Dijelaskanya, ketika Yafeti Zega ditahan di Polsek Medan Labuhan, keluarga melihat ada kejanggalan pada tubuhnya. Bagian pipi kanan Yafeti membiru memar dan semua badannya terlihat ada bekas sundutan rokok.
"Anak Yafeti Zega yang bernama Novita Zega menjenguk bapaknya bersama teman kerjanya. Saat itu, bapaknya meminta uang kepada anaknya sebesar Rp 750 ribu untuk disetor kepada kepala kamar di penjara agar dia tidak dipukuli," tambahnya.
"Karena tak ada uang yang diminta Yafenti, dia langsung menangis dan berkata kepada anaknya Novita Zega, nak, pasti saya habis dipukuli ini nanti kalau gak ada uang ini," kata Novita Zega menirukan perkataan bapaknya kepada Fatiwanolo Zega.
Dari kata Yafeti Zega tersebut, keluarga mulai curiga bahwa bapaknya dianiaya di tahanan. Besoknya, Novita Zega bersama keluarga lainnya menjenguk kembali Yafeti Zega.
"Terlihat oleh keluarga, pipi kanan tambah membiru, terlihat bekas bakaran rokok di badan, dan Yafeti Zega terlihat lemas dan trauma memberitahukan kejadian itu kepada keluarga saat ditanya bekas pada tubuhnya," bebernya.
