"Bagaimana mungkin kita bisa mewujudkan kota layak huni kalau kualitas sumber daya manusia kita mengalami stunting. Sehingga untuk menangani ini tidak hanya satu bidang saja tetapi antar stakeholder yang menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dilakukan dengan baik," ujar Wali Kota Kendari.
Data Dinas Kesehatan Kota Kendari menyebutkan, hingga Juni 2021, jumlah penderita stunting sebanyak 400 kasus. Jumlah ini meningkat 100 persen dibanding tahun 2020 sebanyak 200 kasus.
Selain itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kendari Rahminingrum mengaku, untuk mencegah peningkatan kasus stunting, pihaknya terus mensosialisasikan persoalan ini di tengah masyarakat, mulai kepada ibu hamil, anak usia dini, remaja hingga orang dewasa.
“Dimulai ibu hamil soal bagaimana kecukupan gizinya. Kalau balita, apakah imunisasi dasarnya terpenuhi, apakah ASI eksklusifnya terpenuhi, apakah gizinya terpenuhi, itu harus diperhatikan,” ungkap Rahmingrum.
Baca Juga: 3 Hal yang Penting Diketahui Sebelum Jalani Vaksin COVID-19 Dosis Kedua
