Rahminingrum menambahkan, edukasi dilanjutkan pada masa masuk usia sekolah. Saat itu, anak diperhatikan imunisasinya, pemeriksaan kesehatan, skrining untuk penyakit-penyakit tertentu pada tingkat Sekolah Dasar (SD).
“Terus masuk lagi remaja. Apakah dia selama remaja mendapatkan edukasi tentang kesehatan remaja, kesehatan reproduksi, perkawinan dini kemudian ketika dewasa, bagaimana cara mengenali pasangan usia subur itu, lalu menikah dan menghasilkan generasi yang baik,” tambahnya.
Untuk diketahui, 16 kelurahan yang menjadi sasaran penanganan stunting yaitu, Tobimeita, Talia, Puday, Punggaloba, Poasia, Bungkutoko, Lepo - lepo, Sambuli, Purirano, Petoaha, Lalodati, Baruga, Labibia, Anaiwoi, dan Sanua. (B-Adv)
Reporter: Sumarlin
Editor: Fitrah Nugraha
