JAKARTA, TELISIK.ID - Di tengah hiruk-pikuk dunia bisnis Indonesia, kisah seorang taipan keturunan Tionghoa yang memilih mualaf menjadi pengingat bahwa kekayaan duniawi tak selalu membawa ketenangan.
Tjio Wie Tay, yang kemudian dikenal sebagai Haji Masagung, adalah pendiri jaringan Toko Buku Gunung Agung yang legendaris.
Kisahnya tentang ketakutan akan dosa karena harta berlimpah dan keputusan menjadi mualaf terus menginspirasi banyak orang.
Lahir pada 8 September 1927 di Jakarta, Tjio Wie Tay tumbuh dalam keluarga sederhana. Setelah ayahnya meninggal saat ia masih kecil, ia mulai bekerja keras, bahkan pernah berjualan rokok dan bir untuk menyambung hidup, dilansir dari rctiplus.com, Selasa (16/12/2025).
Pada 1953, ia mendirikan Toko Buku Gunung Agung yang berkembang pesat menjadi salah satu toko buku terbesar di Indonesia, dengan cabang di berbagai kota dan bahkan luar negeri.
