Baca Juga: Marcel Krass, Mualaf Jerman yang Temukan Kedamaian Setelah Berjuang Lawan Keraguan
Pada 1970-an, di usia sekitar 50 tahun, ia berada di puncak kesuksesan, kekayaan melimpah dan kedudukan terhormat.
Namun, justru di saat itu, Masagung mengalami krisis spiritual mendalam. Ia merasa tidak nyaman dengan harta yang dimilikinya, takut bahwa kekayaan itu akan menjadi "senjata makan tuan" dan memberatkan di akhirat.
"Takut dosa," begitu yang sering digambarkan dalam kisahnya. Pengaruh seorang ustaz bernama Tien Fuad Muntaco menjadi titik balik. Pada 1975, ia memutuskan memeluk Islam secara diam-diam dan bersyahadat.
Setelah menjadi mualaf, ia menunaikan ibadah haji pada 1980 dan mengulanginya bersama istrinya, dilansir dari CNBC Indonesia, Selasa (16/12/2025).
