Namun sebab tak adanya pelayanan PCR, ia menjadi kebingungan apa yang harus dilakukan.
"Saya mau ke Nabire, tapi harus punya PCR dan Antigennya. Memang kalau Antigen kita suda tau, dari Nabire pun begitu. Sementara di sini harus PCR sementara alat PCR-nya belum ada," kata Rahman kepada Telisik.id, Jumat (9/7/2021).
Rahman berharap semoga hal tersebut menjadi perhatian pemerintah.
"Kalau memang mau ada PCR-nya datangkan sekarang itu alat. Supaya solusinya kita mau ikuti imbauan pemerintah ini," kata Rahman.
Sementara itu, Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Juni Samsudin menerangkan, kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran dari Wali Kota Baubau.
