Terdapat mural baru di Gereja Kelahiran di Betlehem. Mural tersebut menggambarkan perjalanan kristus dan keluarganya. Terutama saat mereka meninggalkan Betlehem di bawah pemerintahan yang menindas ke Mesir, sebelum kembali ke Nazareth dua millennium lalu.

Gereja tersebut kini dikelilingi dengan puing-puing dan kawat berduri. Selain itu ada panel multibahasa di sekitar lokasi kejadian untuk menyerukan gencatan senjata dan diakhirinya pembantaian di Palestina.

Pagi ini di Betlehem, lonceng gereja berbunyi ketika beberapa penduduk setempat berkumpul di sekitar patung Yesus di reruntuhan bangunan dan lagu-lagu Arab diputar di pengeras suara, salah satunya menyerukan salam - perdamaian - untuk anak-anak.

Puluhan orang berada di tengah sambil memegang bendera besar Palestina dan mengibarkannya ke atas dan ke bawah. Patriarkat Latin Yerusalem, Pierbattista Pizzaballa, berada di Betlehem untuk menyampaikan pidatonya. Dia mengenakan syal tradisional Palestina bermotif kotak-kotak dengan warna hitam putih.

Baca Juga: Update Palestina: Israel Serang Warga Sipil hingga Rayakan Festival di Masjid Al Aqsa