Hal itu dikarenakan kota tersebut kini menjalankan kehidupan sosial dan politik secara otonom tanpa campur tangan pemerintah.

Sistem kehidupan yang baru, membuat Cheran bebas dari politik maupun pejabat, hingga kartel-kartel narkoba yang biasa menjajah wilayah-wilayah kecil untuk kepentingan kelompok.

Diketahui, dulu Cheran adalah kota yang damai dengan budaya khas penduduknya. Sayangnya, kedamaian tersebut mulai terusik seiring masuknya kartel narkotika yang kemudian turut melibatkan pemerintah dan aparat setempat.

Segelintir elite ‘nakal’ dan penjahat tadi masing-masing mempunyai tujuan bisnis yang hanya menguntungan kepentingan meteka. Sementara masyarakat Cheran sangat tidak diuntungkan dengan situasi ini.

Tak hanya menjalankan bisnis narkoba, para kartel di Cheran juga melakukan pembalakan kayu liar hingga merusak alam dan cagar budaya masyarakat setempat.