SURABAYA, TELISIK.ID - Keberadaan  misi dagang yang dilakukan Pemprov Jatim ke sejumlah propins, disorot. Alasannya, misi dagang yang dipimpin Gubernur Jatim Khofifah hanya sebatas seremoni saja, tanpa ada promosi  lanjutan tentang Jatim.

Anggota Komisi B DPRD Jatim, Mirza Ananta mengatakan, misi dagang yang dilakukan Pemprov Jatim yang menjadi persoalan adalah tidak ada lanjutan dari misi dagang tersebut.

"Saya melihat tak ada tindak lanjut usai adanya misi dagang. Perlu ada promosi maksimal tentang Jatim keluar provinsi melalui kantor perwakilan dagang yang dimiliki Pemprov,” jelas politisi Partai NasDem Jatim ini saat dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu  (4/12/2021).

Mirza Ananta lalu mencontohkan kantor perwakilan dagang yang dimiliki Pemprov Jatim di Provinsi Bali.

”Di sana mengenaskan sekali kondisi kantornya. Tak layak sebagai kantor perwakilan dagang provinsi besar seperti Jatim. Idealnya harus kantor besar yang ada transaksi perekonomian di sana. Banyak sekali produk asal Jatim diminati pihak lain baik antar provinsi maupun luar negeri,” jelas pria asal Ponorogo ini.