Ibunda Teara, Kumaroyani (45), selalu mendampinginya dengan raut wajah gembira ketika kuliah daring di pinggir jalan karena kesusahan sinyal.
"Meski ada hambatan, anak saya gigih berjuang agar tetap dapat kuliah secara daring di masa pandemi COVID-19 ini," kata Ny. Kumaroyani.
Pedagang camilan slondok dan guru PAUD tersebut selalu menekankan kepada anaknya untuk menuntut ilmu agar kehidupan menjadi lebih baik di waktu yang akan datang.
Baca juga: Fakultas Hukum UMK Terakreditasi A di Sultra
"Saya selalu mendorong anak untuk berjuang dalam belajar. Juga saya selalu menekankan kepada anak bahwa investasi itu dari leher ke atas, bukan leher ke bawah. Karena dengan ilmu itu kita bisa apa saja dan mengubah hidup kita lebih baik," tuturnya.
