KENDARI, TELISIK ID - Syukur menjadi hal utama yang terkadang sering kita lupakan. Padahal hidup dengan kesederhanaan menjadi sangat membahagiakan ketika kita mampu mensyukuri segala apa yang telah dimiliki.

Sataria, merupakan satu dari banyaknya pemulung yang ada di Kota Kendari. Umurnya yang menginjak 70 tahunan sama sekali tidak menghentikan semangatnya untuk bisa memulung demi tuntutan hidup. Ditambah lagi penghasilannya yang tidak tetap, sama sekali tidak membuatnya patah arang.

Sataria tinggal di Alolama lorong Palateke  bersama dengan suaminya, Laebo. Sebab suami yang bekerja tidak menentu sebagai kuli bangunan, membuat Sataria menjadi harapan bagi sang suami untuk bisa memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap hari.

Sataria sama sekali tidak mengenyam pendidikan dan walaupun tidak seorang pun yang mengajarkan, ia pelan-pelan masih bisa membaca dan menulis. Satu-satunya alasan yang membuat Sataria sulit membaca adalah karena matanya yang mulai rabun.

"Saya bisa menulis, bisa membaca kalau besar-besar begitu tulisannya, hanya kalau kecil, seperti koran, saya tidak bisami baca," tutur Sataria.