Ayahnya merupakan seorang nelayan yang pendapatannya tidak menentu, sedangkan ibunya merupakan ibu rumah tangga yang keseharianya di rumah mengurus ke enam adik-adiknya.
Dia melihat, di kompleks yang ia tinggali yaitu di Lorong Kusuma depan UHO, belum ada yang membuka gerai aneka minunan dan cemilan. Hal itu yang menjadi alasan sehingga membuka gerai minuman kecil-kecilan miliknya.
Ferlin mengaku, memulai usahanya itu dengan modal hanya Rp 500 ribu, uang yang ia tabung selama ini.
"Allhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa memiliki usaha sendiri, meskipun hasilnya tak seberapa tapi itu sangat membantu kebutuhan saya, sedikit-sedikit bisa mandiri. Saya bersyukur juga dipertemukan dengan teman-teman baik yang selalu mendukung saya," ungkap Ferlin, Kamis (8/6/2023).
Orang-orang terdekat Ferli, juga turut bangga dengan tekad yang dia miliki untuk hidup mandiri dan tidak bergantung dengan kiriman tiap bulan, yang biasanya suka terlambat datang kiriman.
