Selain memanfaatkan lahan parkir sebagai lokasi untuk menjemur jambu mente, warga sekitar juga sering menggunakan bangunan kosong di terminal itu untuk melakukan kegiatan maksiat, diantaranya minum-minuman keras dan berjudi.
"Di bangunan ini setiap jam 7 malam ke atas, selalunya dipakai minum-minum, main judi masih banyak lagi, kita mau larang juga bukan kita punya tanah," ujar Haedi.
Haedi mengungkapkan, bahwa terminal tersebut dibangun sekitar 6 tahun yang lalu.
"Saya memang warga pendatang, bukan asli orang sini, tapi saya sudah lama tinggal di sini. Terminal ini sudah dibangun sekitar 6 tahun lalu, tapi tidak digunakan sampai sekarang," tambahnya.
Haedi berharap kepada Pemerintah Kota Kendari, agar terminal tersebut difungsikan dan dikelola dengan baik untuk kepentingan masyarakat.
