“Kami sangat terganggu, siang dan malam bunyi kendaraan yang terendam di kubangan lumpur. Rumah warga kan sangat berdekatan dengan jalan ini,” ungkapnya.

Ia minta Gubernur Nusa Tenggara Timur untuk segera melakukan perbaikan pada titik terparah di lokasi jalan tersebut dan mereka tidak akan mencabut kembali pohon pisang sebelum gubernur memperbaiki jalan ini.

“Warga tidak akan cabut pohon pisang sebelum pemerintah provinsi memberikan kepastian perbaikan jalan ini,” tegas Felix.

Menangapi hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur Dapil IV, Ben Isodorus langsung mendesak pemerintah provinsi agar segera memperbaiki jalur tersebut.

“Di pandangan ahkir fraksi Hanura pada sidang paripurna hari ini saya sudah meminta pemerintah agar segera memperbaiki jalur tersebu," ujar Ben Isidorus.