Berbagai cara telah diupayakan, baik melalui RT, RW maupun pemerintah kelurahan, agar Pemerintah Kota Kendari mau membantu menurunkan alat berat untuk membuat drainase, meskipun darurat.

"Namun Pak Wali Kota tidak pernah merespon penderitaan kami. Hingga kami terpaksa mengambil inisiatif mengumpulkan uang dan menyewa alat berat sendiri," ujar warga lainnya, Tamrin.

Baca Juga: Tetap Antusias Meski Diguyur Hujan, Wali Kota Kendari Apresiasi Peserta Pawai MTQ XXIX

Setelah melalui diskusi, warga akhirnya sepakat mengumpulkan uang sebanyak tiga juta rupiah untuk menyewa alat berat selama dua jam.

Warga akhirnya bersorak setelah alat berat berhasil mengalirkan air yang selama ini merendam rumah warga, menuju ke Teluk Kendari. (A)