Pantauan telisik.id, sekira pukul 13:30 Wita, Wali Kota Yusran belum menemui massa hingga memicu reaksi dari para sopir. Mereka kemudian membakar ban dan mencoba menerobos masuk ke area kantor.

Akibatnya, massa melempari aparat kepolisian dan Satpol PP yang mengawal demonstrasi menggunakan beberapa benda seadanya, yang menyebabkan situasi menjadi ricuh.

"Ini sangat kami sayangkan. Kami hanya ingin mencari nafkah lewat usaha penyewaan soundsystem,” tambahnya.

"Kami ngin memperjuangkan hak-hak kita yang memang hari ini dirampas oleh pengambil kebijakan," tambahnya

Pemilik soundsystem lainnya, Aldin, menjelaskan bahwa massa memulai aksinya dari kawasan Kotamara sejak pukul 08.00 Wita dan selanjutnya menuju Kantor Wali Kota Baubau.