Baca Juga: Di Tengah Isu Kas Daerah Minim, Gaji 13 ASN Bombana Dicairkan Sebelum Idul Adha, TPP Ditunda

“Saya ingin memakai bahasa konsekuensi. Konsekuensi dari tidak mau divaksin adalah membatasi mobilitas karena ke depan akan menjadi risiko. Memang sapi perah jarang bergerak, tapi anaknya biasanya bergerak,” tuturnya.

Meski demikian, Emil mengaku akan mematangkan kembali konsekuensi bagi peternak yang menolak hewan ternaknya divaksin. Selanjutnya, akan dilakukan metode komunikasi. Mungkin ada informasi yang belum mereka dapat akan diberi kesempatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jawa Timur Indyah Aryani mengatakan sejauh ini ternak yang sudah divaksin sebanyak 180 sapi atau sekitar 51 persen dari target 364 ribu vaksin. Artinya sudah ada 180 ribu lebih sapi yang divaksin. Untuk mengejar sisanya, Jatim memiliki total 950 dokter hewan dan 1.500 paramedic hewan. “Semuanya memiliki ketrampilan untuk melakukan vaksinasi pada hewan,” ucapnya singkat. (B)

Penulis : Try Wahyudi Ari Setyawan