Remaja yang melakukan hubungan seksual berisiko tinggi rentan tertular infeksi menular seksual. Risiko ini meningkat apabila berganti-ganti pasangan dan tidak menggunakan alat pelindung. Kurangnya pengetahuan tentang cara penularan IMS membuat remaja sering kali tidak menyadari bahaya yang mengintai.

2. Penularan HIV

Infeksi menular seksual yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi penularan HIV. Risiko HIV lebih tinggi pada individu yang telah mengidap IMS seperti sifilis, herpes, atau gonore. Virus HIV dapat masuk melalui selaput lendir dan luka terbuka di area tubuh tertentu.

3. Risiko Penyakit Kanker

Hubungan seksual berisiko juga berkaitan dengan meningkatnya potensi kanker tertentu. Remaja perempuan yang sering berganti pasangan berisiko mengalami kanker serviks, sementara praktik seks oral berisiko memicu kanker mulut dan tenggorokan akibat infeksi virus tertentu.