"Ini adalah langkah maju yang penting dalam transisi Selandia Baru ke masa depan rendah emisi dan memenuhi janji kami untuk menetapkan harga emisi pertanian mulai tahun 2025," kata Ardern seperti dikutip dari CNNIndonesia.com.
Kentut dan sendawa sapi mengandung senyawa metana. Senyawa ini sangat aktif dan bisa mengganggu keseimbangan lingkungan. Gas metana dari kentut dan sendawa sapi merupakan produk yang berbahaya. Seekor sapi dapat menghasilkan 200 kg metana per tahun. Meskipun karbon dioksida adalah penyebab utama perubahan iklim, gas metana 84 kali lebih kuat merusak atmosfer Bumi.
Rusaknya atmosfer Bumi sangat berpengaruh pada iklim, yang artinya juga berpengaruh pada keberlangsungan hidup manusia di Bumi. Dengan kata lain, sendawa dan kentut hewan ternak memiliki kontribusi cukup besar terhadap emisi gas rumah kaca. (C)
Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim
Editor: Haerani Hambali
