Warga yang rumahnya terendam banjir mengungsi ke rumah sesama warga lainnya. Barang-barang penting dan bahan kebutuhan pokok juga ikut diungsikan.

Selain rumah warga dan sawah milik warga, kata Agus, fasilitas umum seperti jalan raya, masjid, kompleks perkantoran, binatang peliharaan terhanyut banjir dan traktor/alat bajak sawah turut terendam banjir.

Agus menuturkan, banjir diakibatkan luapan kali Wae Laing dan Wae Rutung. Saat bersamaan juga air laut pasang, sehingga banjir luap dan rambah ke pemukiman warga, sawah dan fasilitas umum lainnya.

Saat ini kondisi hujan masih terus mengguyur dan beruntung tidak disertai angin kencang. Selain hujang dan banjir, serta sinyal telkomsel lemah dan kadang hilang muncul, getaran gempa skala kecilpun ikut nimbrung sesekali terjadi. Kondisi ini dilengkapi listrik mati sehingga dimalam hari wilayah itu seram dan menakutkan. 

Ia menambahkan, warga 5 desa di pesisir pantai yakni Desa Satar Punda Barat, Satar Punda, Satar Kampas, Satar Padut dan Haju Wangi yang mata pencahariannya nelayan juga turut jadi korban. Sebulan terakhir,  warga tidak bisa melaut akibat gelombang tinggi.