Ia juga mendorong agar informasi mengenai peluang kerja luar negeri melalui program SMK Go Global dapat disebarluaskan secara masif melalui BP3MI di Sulawesi Tenggara.

Langkah tersebut diarahkan agar calon pekerja migran Indonesia atau CPMI memperoleh informasi dan pendampingan sejak berada di daerah asal sebelum bekerja di luar negeri.

"Kehadiran negara melalui BP4MI dan Migrant Center di Sulawesi Tenggara sangat krusial agar masyarakat tidak lagi terjebak prosedur ilegal. Kita ingin putra-putri daerah dapat memanfaatkan peluang kerja global melalui program SMK Go Global dengan rasa aman dan nyaman," ujar Wa Ode Rabia Al Adawia Ridwan dalam keterangan tertulis, Selasa (1/9/2026).

Perhatian Wa Ode Rabia terhadap perlindungan pekerja migran juga disampaikan melalui keterlibatannya dalam rapat-rapat kerja bersama kementerian terkait. Ia turut membantu proses pemulangan pekerja migran ilegal asal Sulawesi Tenggara agar memperoleh hak-haknya.

Fokus tersebut berkaitan dengan upaya memastikan calon pekerja migran memahami dan mengikuti prosedur penempatan yang legal. Dengan prosedur yang sesuai ketentuan, CPMI diharapkan memiliki akses terhadap perlindungan sebelum dan selama bekerja di luar negeri.