Pendidikan menurut mereka sesuatu yang mahal. Itulah mengapa mereka tidak pernah merasakan bangku sekolah. Ekonomi yang terbatas memaksa mereka mengubur keinginannya untuk bersekolah.

Baca Juga: Tinggal di Lahan Orang, Pemulung Ini Tetap Bisa Sekolahkan 2 Anaknya

Husna memiliki rutinitas yang cukup padat tiap harinya. Mulai dari tukang cuci, kuli bangunan, hingga memulung. Semua itu dia lakukan sebagai takdir yang dia harus hadapi, semata-mata agar bisa tetap makan dan hidup.

Gubuk yang terlihat rapuh menjadi tempat istirahat ternyaman yang dimilikinya, meskipun istana kecilnya itu berdiri di lahan orang yang sewaktu-waktu bisa saja diambil oleh pemiliknya.

Tidak seperti Husna, Siti sedikit lebih beruntung. Dia tinggal serumah bersama anak sulungnya yang sudah berkeluarga. Siti yang sudah lanjut usia tentunya memiliki fisik yang sudah tidak bugar lagi. Namun itu bukan menjadi alasan baginya untuk tidak bekerja.