"Warga sudah capek dijanji-janji. Pengukuran jalan sudah berapa kali dilakukan, tapi gak jadi-jadi. Bulan satu diukur, bulan empat diukur, bulan ini hilang," jelasnya melalui whatsapp, Jum'at (5/7/2024).

Pemerintah daerah berjanji kata dia, akan melakukan pembenahan tahun 2023, tetapi tidak terealisasi. Januari tahun ini, pemerintah daerah kembali berjanji bahkan telah melakukan pengukuran sampai dua kali. Namun, hingga bulan ini belum ada tindak lanjut.

"Dua Minggu lalu warga setempat tanam pohon pisang, tapi sampai saat ini belum ada respon dari pihak pemerintah," tukasnya.

Ketua Komisi III DPRD Kolaka Utara, Mustamrin Saleh memaklumi aksi warga Desa Powalaa-Labipi yang nekat menang pohon pisang di jalan rusak.

Menurutnya, masyarakat nekat menanam pohon pisang sebagai bentuk kekecewaan terhadap pemerintah daerah yang tak kunjung merealisasikan janji untuk melakukan perbaikan.