KENDARI, TELISIK.ID - Panas matahari menyengat kulit, seorang kakek yang duduk istirahat di samping trotoar sesekali menghelah nafas karena kelelahan.
Meski mengenakan baju kusam dan basah karena keringat yang membanjiri badannya, namun ia tetap bersemangat.
Kakek Aris (68), warga Jalan Made Sabara, Mandonga, Kota Kendari. Di umur yang sudah terbilang tak mudah lagi, ia masih harus bekerja keras untuk menyambung hidup dengan memulung.
Baca Juga: Kakek 70 Tahun Rela Dorong Gerobak Bakso Demi Nafkah Keluarga
Kakek Aris tinggal berdua dengan istrinya yang sudah tidak dapat bekerja lagi, karena mengidap penyakit gangguan telinga atau tidak dapat lagi mendengar. Ia tinggal di sebuah rumah panggung yang dibangunnya di lokasi orang yang setiap hujan pasti tergenang air.
