“Tidak akan ada pasukan Turkiye yang dikerahkan di lapangan,” ujarnya dengan singkat, seperti dikutip dari Xinhua, Senin (10/11/2025).

Pernyataan ini memberikan penegasan mengenai batasan keterlibatan negara lain dalam struktur pasukan yang tengah dirancang.

Rencana pembentukan pasukan stabilisasi internasional berasal dari inisiatif Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya mengusulkan pengaturan transisi pengamanan di Gaza. 

Gagasan tersebut mencakup pelibatan sejumlah negara mitra seperti Mesir, Uni Emirat Arab, Qatar, Indonesia, Turkiye, dan Azerbaijan dalam kapasitas tertentu. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan bahwa negosiasi mengenai komposisi pasukan tersebut masih bergerak dinamis.

Situasi diplomatik turut dipengaruhi langkah hukum yang diambil otoritas Turkiye. Pada 7 November, Kantor Kejaksaan Umum Istanbul mengeluarkan surat perintah penahanan terhadap 37 pejabat Israel, termasuk Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dengan tuduhan