genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan.  

Langkah ini mendapat respons keras dari pihak Israel. Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa’ar, menilai tindakan tersebut tidak berorientasi pada penyelesaian konflik. Ia menyebut surat perintah itu sebagai "aksi pencitraan" yang tidak membantu proses stabilisasi.

Baca Juga: Penemuan Jaring Laba-Laba Terbesar di Dunia: Koloni Raksasa di Gua Sulfur yang Bisa Menjerat Paus

Pertemuan antara para menteri luar negeri dari tujuh negara yang berlangsung di Istanbul pada awal November menjadi bagian dari rangkaian dialog untuk mencari jalur diplomasi.  

Diskusi tersebut menyoroti kemungkinan skema gencatan senjata yang dapat diikuti dengan penataan tata kelola keamanan baru di Gaza. Namun, sejauh ini tidak ada kesepakatan final mengenai komposisi dan mandat pasukan internasional.