Sudah menjelang setahun lamanya ia berjualan. Tape ubinya pun dihargai Rp 5.000 perbungkusnya.
Baca juga: Kisah Agen Koran yang Bertahan Hidup di Tengah Pesatnya Teknologi Informasi
Tak kenal panas terik matahari dan dinginnya cuaca akibat hujan, Kakek Yamin mengayuh sepeda onthelnya untuk menjajakan tape ubi setiap harinya, bahkan dari pagi hingga sore.
“Dia Keliling jual tape ubi pakai sepedanya itu kasian, pokonya mulai dari kota lama, kemudian pasar baru sampai daerah baruga sana,” kata Ilina kepada Telisik id saat ditemui di kediamanya, Kamis (3/12/2020).
Meski telah dilarang menjual oleh anak-anaknya, namun Kakek asli Makassar itu tetap memilih untuk mandiri dan tak ingin bergantung pada orang lain.
