Pernyataan itu disampaikan saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, pada Rabu, 1 April 2026. Ia menegaskan bahwa angka tersebut masih dalam tahap perhitungan lanjutan oleh pemerintah.
“Iya kira-kira (sekitar Rp90-100), nanti kita hitung lagi. Itu subsidi doang ya,” ujar Purbaya, seperti dikutip dari CNN Indonesia, Kamis (2/4/2026).
Penambahan anggaran ini disiapkan untuk mengantisipasi dampak gejolak harga minyak global yang berpotensi meningkatkan beban subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Kebijakan ini sekaligus menjadi langkah pemerintah untuk menjaga kestabilan harga energi domestik di tengah tekanan eksternal.
Meski demikian, pemerintah belum merinci secara detail sumber pendanaan tambahan tersebut. Purbaya menyebut kondisi fiskal Indonesia saat ini masih cukup kuat untuk menopang kebijakan tersebut, termasuk dalam menghadapi dinamika ekonomi global yang tidak menentu.
“Kondisi keuangan negara kita amat baik. Saya punya bantalan cukup banyak,” ujarnya.
