Belum cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa minum kopi secara rutin dapat meningkatkan kadar testosteron dalam jangka panjang. Respons tubuh juga dapat berbeda berdasarkan dosis kafein, kondisi kesehatan, kualitas tidur, dan kebiasaan olahraga.

Pria yang mengalami gejala dugaan kekurangan testosteron sebaiknya menjalani pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya, bukan mengandalkan kopi sebagai penanganan utama.

3. Konsumsi kafein perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh

Kafein merupakan zat stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk. Efek ini dapat membantu seseorang tetap terjaga, tetapi tidak selalu berarti stamina fisiknya meningkat.

Bagi kebanyakan orang dewasa yang sehat, konsumsi kafein hingga 400 miligram per hari umumnya dinilai masih dapat ditoleransi. Jumlah tersebut merupakan batas acuan, bukan target konsumsi yang harus dipenuhi setiap hari.