KENDARI, TELISIK.ID - Kenaikan harga bahan baku menjadi tantangan bagi pelaku usaha ayam kentaki di Kendari, mulai dari biaya produksi hingga risiko dagangan tidak habis terjual setiap hari.
Usaha ayam kentaki yang dijalankan Subaedah sejak 2018 menjadi salah satu pilihan usaha kuliner yang terus bertahan di tengah perubahan harga bahan baku. Sebelum berjualan di pasar, ia lebih banyak menawarkan dagangannya secara keliling.
Keputusan menekuni usaha tersebut berawal dari keahliannya mengolah ayam goreng. Ia awalnya mencoba membuat ayam kentaki karena anaknya menyukai makanan itu. Setelah merasa hasil masakannya cocok, ia kemudian memberanikan diri menjualnya kepada masyarakat.
“Karena keahlian saya lebih ke membuat ayam kentaki dan anak saya suka makan ayam goreng, jadi saya coba-coba bikin. Karena saya rasa enak, saya coba jual dan alhamdulillah direspons baik oleh orang-orang,” ujar Subaedah kepada telisik.id, Rabu (9/9/2026).
Respons pelanggan membuat usaha tersebut terus berjalan hingga sekarang. Dalam sehari, penjualan ayam kentaki rata-rata mencapai 70–80 potong. Jumlah itu dapat meningkat hingga 100 potong pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, terutama saat Jumat Berkah.
