Dimana, awalnya pasukan pengibar bendera di tahun 2019 berjumlah 70 orang, namun semenjak dua Tahun pandemi dipangkas hingga berjumlah sembilan orang saja.
"Mekanismenya saat pengibaran bendera, personil Paskibraka tetap melaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes). Dimana tiga orang pengerek penaikan bendera, tiga orang penurunan bendera, dan tiga orang lagi cadangan,” ujar Koptu Layong selaku Pelatih Paskibraka Wakatobi.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Wakatobi, Muhamamad Yunan Yusuf mengaku, tidak mengundang khalayak ramai sehingga upacara 17 Agustus dilakukan secara sederhana.
"Pesan Kadis Kesehatan kita saling menjaga. Kalau sudah baik misalnya tahun depan, dan kita berdoa supaya cepat baik. Meskipun belum dapat 17 Agustus secara meriah. Untuk tahun ini, kita laksanakan sederhana saja seperti itu," ujar Muhamamad Yunan Yusuf.
Untuk diketahui, peserta upacara HUT RI ke-76 ini ikut dihadiri Wakil Bupati Wakatobi, Ilmiati Daud, ketua dan wakil ketua DPRD Wakatobi, para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta para Forkopimda. (A)
