BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Buton Selatan (Busel), Bakri, mengaku sempat membongkar pekerjaan rangka atap pembangunan selasar rumah sakit tersebut.
Alasannya, kayu yang digunakan dalam pembangunan rumah sakit yang dibangun PT Tunas Harapan Lakina Wolio tersebut tak masuk dalam spek.
"Kayunya saya suruh bongkar karena tidak sesuai spek, padahal sudah terpasang sebagai rangka atap selasar. Kayunya harus kelas dua, itu mungkin kelas tujuh yang digunakan," kata Bakri Abdullah saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (26/7/2021).
Kata dia, dirinya sangat berhati-hati dan teliti dalam proyek ini. Sebab proyek yang menggunakan dana pinjaman daerah dengan total sebesar Rp 40 miliar itu telah diadendum.
"Jadi saya tidak mau pekerjaan ini bermasalah. Makanya saya selalu berhati-hati dan teliti di proyek ini," terangnya.
