Ia menyadari target yang diberikan pemerintah pusat sebelumnya sangat tak memungkinkan untuk diwujudkan, karena biasanya Kantah Wakatobi hanya melakukan pelayanan PTSL sebanyak 1500 bidang per tahunnya.

Ia juga mengeluhkan berbagai permasalahan yang ada di lapangan membuat pihaknya sulit merealisasikan program tersebut. Salah satu alasan terbesar yang disebutkannya ialah kurangnya tenaga pengukur dan alat ukur.

Kata Agus, saat ini pihaknya hanya punya dua alat ukur dengan empat tenaga ukur yang harus dikerahkan mengitari Wakatobi. Medan Wakatobi yang punya banyak pulau, juga membuatnya kesulitan.

Belum lagi kendala transportasi darat seperti kendaraan dinas yang tidak tersedia, juga transportasi darat yang hanya tersedia dalam waktu yang terbatas.

Proses PTSL tahun ini ditetapkan lebih ketat dan sulit. Seperti salah satunya harus melakukan pembuatan foto tegak yang dilakukan sendiri melalui vendor, foto satelit seperti Google Earth, dan lainnya sudah bersifat tak, hal itu membutuhkan waktu yang lama sehingga pengukuran molor.