BUTON SELATAN, TELISIK.ID - Kendati Presiden RI, Joko Widodo, telah mengancam akan menindak tegas oknum yang bermain dalam penyaluran bantuan langsung tunai (BLT), namun masih ada saja oknum di Buton Selatan (Busel) yang mencoba melakukan itu.
Dua orang warga Kelurahan Laompo, kecamatan Batauga, Endang Pandu dan Sumarni terpaksa harus menahan malu di hadapan 500 orang calon penerima bantuan di Kantor Pos Cabang Buton Selatan, Jumat (15/05/2020). Bagaimana tidak, ketika hendak mengambil uang, petugas pos mengatakan, nama mereka telah dicoret dari daftar penerima satu hari sebelum bantuan disalurkan. Padahal untuk mendapatkan uang sebesar Rp 600 ribu itu, mereka sudah mengantri selama berjam-jam.
Saat dikomfirmasi, salah satu calon penerima, Endang Pandu, mengatakan, dirinya sempat mempertanyakan kepada petugas Kantor Pos terkait alasan namanya dihapus secara sepihak dari data penerima bantuan. Namun petugas mengaku tak tahu. Pihak pos hanya bertugas menyalurkan bantuan, bukan memverifikasi data kelayakan calon penerima.
"Saya juga sempat sampaikan, kalau sudah dicancel, kenapa saya tidak diberi tahu sebelumnya supaya kami tidak mengantri," kesalnya.
