KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Peninjauan lokasi Jetty milik perusahaan tambang PT Riota di Tanjung Watulaki, Desa Lambai Kecamatan Lambai, Kolaka Utara (Kolut) berakhir ricuh.

Peninjauan yang berakhir ricuh tersebut dilakukan DPRD, PTSP, Dinas PUPR, DLH, Bidang Kebudayaan Dikbud Kolut,  masyarakat nelayan, tokoh masyarakat Tolaki, dan massa Tamalaki Patowonua.

Kericuhan itu dipicu oleh aksi arogan yang ditunjukkan salah satu aparat Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua yang bernama Dulla.

Saat pihak DPRD Kolut, Perwakilan Pemda Kolut, masyarakat nelayan, tokoh Tolaki, dan ormas Tamalaki berdialog dengan pihak PT Riota, tiba-tiba Dulla muncul dan mendebat salah satu tokoh masyarakat Tolaki terkait makam leluhur etnis Tolaki yang terletak di Tanjung Watulaki.

Tidak terima dengan sikapnya yang dinilai melecehkan tokoh masyarakat Tolaki, massa Tamalaki langsung mengejar aparat desa tersebut.