Melihat kondisi yang mulai kacau personil polisi (Brimob Totallang) mengeluarkan tembakan peringatan untuk membubarkan massa dan berusaha mengamankan korban.

Buntut dari kericuhan tersebut ormas Tamalaki, masyarakat nelayan, dan tokoh masyarakat Tolaki menutup  Jetty dan melepas tongkang yang sementara sandar di Jetty milik PT Riota.

Menurut Ketua Tamalaki Patowonua, Mansiral Usman, penutupan Jetty dilakukan sebagai bentuk protes atas sikap yang dilakukan oleh aparat desa tersebut yang telah melecehkan tokoh masyarakat Tolaki.

"Kurang ajar, orang tua dia tunjuk-tunjuk. Sok tahu sekali dia, sementar dia hanya pendatang, rumah saja masih numpang. Kalau kamu tunjuk-tunjuk lagi orang tua kami, maka saya akan potong tanganmu," katanya yang tersulut emosi, Jumat (9/7/2021).

Tidak sampai di situ, massa yang sudah tersulut emosi langsung menutup Jetty dengan ban bekas dan balok kayu serta melepas tali tongkang yang sementara sandar di Jetty milik PT Riota.