Menurutnya, hal yang lebih penting setelah proses pemilihan adalah kinerja rektor terpilih dalam membawa perguruan tinggi menghadapi tantangan ke depan.
“Yang substantif justru berada pada kinerja. Tantangan yang berat adalah bagaimana membawa perguruan tinggi berdampak,” ujarnya.
Fauzan menegaskan, perguruan tinggi tidak boleh hanya berfokus pada aktivitas akademik di lingkungan kampus, tetapi juga harus hadir untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.
Ia mengatakan, perguruan tinggi perlu meninggalkan pola pikir yang menempatkannya sebagai menara gading dan memperkuat perannya sebagai entitas sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Perguruan tinggi harus turun gunung, tidak boleh berada dalam menara gading, tetapi harus menjadi entitas sosial. Perguruan tinggi harus menjawab problem-problem riil yang terjadi di masyarakat,” katanya.
