"Psikotes itu tidak akan mempengaruhi kelulusan. Hanya untuk pemetaan terhadap kompetensi dan bakat ASN sebelum dilakukan penempatan," ungkapnya.

Ia menaruh harapan pada 489 peserta yang akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) pada 1 Oktober mendatang untuk tidak terpengaruh dengan wacana psikotes yang bisa mengganggu konsentrasi. Kuncinya adalah belajar. Pemkab tentunya lebih mengedepankan transparansi seperti pelaksanaan seleksi tahun-tahun sebelumnya.

"Saya tidak inginkan ada satu pun calon peserta yang dirugikan," pungkasnya.

Reporter: Sunaryo

Editor: Kardin