JAKARTA, TELISIK.ID - Generasi Milenial menjadi daya tarik menjelang Pilkada 2020. Ceruk pemilih kategori ini cukup besar dalam proporsi secara nasional, yakni sepertiga dari populasi pemilih nasional.
Pemilih milenial pun ikut bergayung sambut dengan kandidat milenial yang akan maju pada Pilkada tahun ini.
Kajian Politika Research & Consulting (PRC) menempatkan kategori pemilih milenial pada rentang usia 17-35 tahun. Survei nasional yang dilakukan secara tatap muka dengan responden pada 28 januari hingga 3 Februari 2020 itu memperoleh persentase pemilih milenial sebesar 31,1 persen atau sekitar 60 juta orang.
Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 2.200 orang di 161 kabupaten/kota. Meski data diambil dalam skala nasional, tetapi dengan persebaran yang proporsional maka bisa menggambarkan secara umum bahwa ceruk pemilih ini cukup besar dalam Pilkada 2020.
Karakteristik milenial berbeda dengan generasi non milenial. Hal itu yang memberi warna tersendiri dalam topografi politik Indonesia saat ini. Perbedaan paling mencolok di antara keduanya, yakni dalam hal penggunaan media sosial. Milenial hampir tidak bisa dipisahkan dengan telepon seluler (ponsel).
