Aktivitas milenial dalam menggunakan ponsel biasanya berjejaring dalam komunikasi melalui media sosial. Fenomena ini turut mempengaruhi perilaku milenial dalam merespon isu-isu politik yang sedang berkembang.
“Dalam usahanya mencari sumber informasi politik, milenial sesuai dengan cirinya menyukai bentuk sosialisasi politik berbasis teknologi dibanding model sosialisasi konvensional. Di antaranya berupa pemberitaan yang berbasis media TV, radio, media daring, dan media sosial dibanding blusukan atau rapat umum,” ungkap Direktur Eksekutif PRC, Rio Prayogo dalam diskusi daring PRC Talk #2 bertema Calon Kepala Daerah Muda Bisa Apa, Minggu (26/6/2020).
Dalam diskusi yang dipandu secara apik oleh News Anchor CNN Indonesia Rivana Pratiwi, Rio menjelaskan, milenial cenderung independen dalam menentukan pilihan politiknya.
Meskipun begitu, kata dia, milenial cukup terbuka terhadap informasi. Kelompok pemilih ini cenderung meminta pendapat terkait pilihan politik kepada anggota keluarga inti lainnya ketimbang kepada tokoh masyarakat ataupun tokoh agama.
Sementara dari sisi pendidikan, sebesar 51,09 persen milenial di Indonesia menempuh pendidikan SLTA ke atas. Sementara sisanya menempuh tingkat pendidikan SMP ke bawah.
