Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Surabaya

Perusahaan tersebut yang baru di mereka dirikan kata Ali Said, bergerak di bidang perdagangan yang dalam pengurusan kelengkapan berkas perusahaan tersebut, sepenuhnya dibiayai oleh Muh Lutfi.

“Namun, dalam perjalanannya perusahaan yang kami dirikan berubah bidang, menjadi bidang pertambangan,” tutur Ali Said.

Pada tahun 2019, Ali Said mendapatkan kabar jika perusahaan yang mereka dirikan yang berada di Sulawesi Tenggara telah berubah struktur. Kemudian ia mengaku mengecek di Kementerian Hukum dan HAM, ternyata benar perusahaan tersebut struktur kepemilikan sahamnya telah berubah.

“Saya kaget, kok bisa nama saya dan nama pak Lutfi tidak lagi sebagai pemilik saham di perusahaan tersebut. Pada hal sejak kami dirikan perusahaan ini, kami tidak pernah mengadakan rapat umum pemegang saham (RUPS),” jelasnya.