Namun, mengingat posisi dan kedudukan mahasiswa yang dipandang lebih tinggi secara kognitif dan kesadaran sosial, hal ini patut menjadi sorotan. Secara faktual, pembentukan kepribadian di dunia Pendidikan semakin dipertanyakan.

Pencanangan kampus Merdeka dan berkarakter yang digadang-gadang akan menghasilkan insan Pendidikan yang tidak hanya cerdas namun berkarakter Pancasila semakin susah terwujud. Gaya hidup hedonis, konsumerisme dan liberal lebih mendominasi dibandingkan nilai keagamaan yang ditanamkan.

Ini baru dari sisi asusila, belum lagi dari sisi premanisme, plagiarisme dan isu lainnya. Tidak dipungkiri bahwa banyak pula mahasiswa yang berprestasi. Namun keberadaan mahasiswa yang melanggar norma juga tidak sedikit. Akhirnya, pakta integritas yang dibuat untuk menjaga kemuliaan dan martabat mahasiswa, hanya menempel di atas kertas, tidak implementatif.

Butuh Solusi Fundamental

Islam sebagai agama yang sempurna menawarkan jalan keluar bagi seluruh masalah manusia, termasuk masalah dunia Pendidikan. Menjauhi ide kebebasan, Islam menghamparkan ide kepribadian dan karakter yang mempesona. Konsep Pendidikan Islam dijamin menghasilan individu yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara.