Dari perguruan tinggi terlihat Rektor UHO Zamrun Firihu dan Rektor Unsultra Andi Bahrun. Dari Nahdlatul Ulama, hadir Ketua PWNU Sultra KH. Muslim.
Ali Mazi mengapresiasi terbitnya buku ini mengingat saat ini masyarakat membutuhkan pencerahan tentang kehidupan bernegara, di tengah realitas kehidupan bangsa yang plural dan majemuk.
“Kita dibawa pada kebutuhan untuk menumbuhkembangkan dan memelihara sikap beragama yang terbuka dan toleran. Dengan kata lain, dalam masyarakat yang pluralis, sikap respek dan toleran terhadap kemajemukan perlu terus diberi ruang dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara yang rukun dan harmonis,” katanya, Sabtu (6/6/2021).
Ia juga menegaskan, istilah radikalisme tidak bisa dikaitkan dengan suatu ajaran tertentu, apalagi agama, karena masing-masing sudah punya nilai yang dianggap sudah universal.
Nilai tersebut, lanjut Ali Mazi, telah menjadi modal berdirinya bangsa Indonesia. Rumusan Pancasila yang ada saat ini merupakan bukti toleransi dari tokoh-tokoh agama pada saat itu
