Menjadi Polisi sipil itu, kata dia, bukan sekadar keluar dari perilaku yang militeristik, melainkan juga keluar dari kultur lama yang hedonistik penuh KKN.
Secara struktur, seperti diakui Tito Karnavian semasa masih menjadi Kapolri sebelum Idham, relatif sudah banyak perbaikan yang dicapai. Namun, yang tak kunjung selesai adalah pembenahan secara kultural.
Kapolri saat ini, Ia melanjutkan, Jenderal Idham Aziz, memang tidak pernah langsung menyinggung soal kultur lama yang sulit dibersihkan.
Akan halnya kultur lama di tubuh Polri, kata Suryadi, dimunculkan Idham lewat larangannya terhadap setiap anggota Polri hidup dengan gaya yang hedonistik. Termasuk, dalam hal ini, memviralkannya.
"Kan mana mungkin hidup hedon, jika hidup hanya dari penghasilan sebagai seorang anggota Polri yang harus menghindarkan diri dari kerakusan akan materi," ujarnya.
