Menurutnya, kendala pertama yang dihadapi adalah kawasan pasar yang terlalu banyak di Kota Kendari, sehingga sulit untuk dibenahi. Selain itu, pelaku atau penjual di pasar yang kurang kesadaran dalam membangun pasar yang sehat karena kebanyakan dari mereka bukan warga lokal yang merasa bertanggung jawab.

Program kota sehat terkoordinir hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan. Seperti halnya di Kecamatan Kendari yang mengumpulkan para lurah di wilayahnya untuk ikut memastikan sembilan tatanan diimplementasikan.

Sekretaris Camat Kendari, Susianti Hafid mengatakan, pihaknya punya tahapan jadwal untuk mengimplementasikan sembilan tatanan indikator kota sehat di wilayahnya, yaitu menyelesaikan satu tatanan per minggunya.

Baca Juga: DWP Bappeda Sulawesi Tenggara Gelar Bazar Ramadan

Dirinya juga bekerjasama dengan tim Puskesmas untuk memastikan masyarakat aktif mengimplementasikan kota sehat. Ia melaporkan sudah 87 persen tatanan kota sehat tercapai di wilayahnya.