Ia mengatakan, target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan dalam RPJMD H2N bukan target bombastis karena pihaknya tidak mengetahui apa yang terjadi ke depan. Tidak ada yang dapat memperkirakan pendapatan daerah akan mampu membiayai belanja pembangunan ke depan di tengah masa sulit ini.

"Kita semua menginginkan lompatan kemajuan tetapi kembali pada keadaan saat ini, baik global, nasional maupun lokal. Oleh karena itu kita jangan bermimpi untuk melompat terlalu jauh cukup yang moderat dan pas-pasan," ujar bupati terpilih Pilkada Manggarai 2020 itu.

Ia menambahkan, pihaknya bisa melakukan perbaikan terhadap dokumen RPJMD tetapi tunggu semua situasi kembali normal, dalam artian situasi global, nasional dan lokal sudah membaik dari COVID-19.

Langkah-langkah itu, kata dia, akan diambil pada pertengahan periode perencanaan untuk merevisi target-target dalam RPJMD terutama target pertumbuhan ekonomi.

"Target yang terlalu tinggi pada situasi normal akan berdampak buruk ketika negara masuk pada fase kritis. Oleh karena itu star awal ini kita jangan terlalu target yang terlalu jauh dulu sebab negara masih berada pada status darurat nasional," tuturnya. (B)