Awalnya, retribusi hanya berkisar Rp 10.000 per rumah tangga, sekarang targetnya naik menjadi Rp 800.000 paling tinggi dan Rp 5.000 paling rendah, sehingga targetnya mencapai Rp 4.500.000. Sementara honor operator roda tiga masih bertahan di Rp 1.000.000 per bulan.

Tak hanya soal honor, uang operasional untuk menunjang kelancaran roda tiga seperti bensin, oli, ban dan keperluan lainnya juga belum sesuai kebutuhan. Besaran yang diterima operator hanya Rp 1.000.000.

Hal tersebut pun ternyata belum cukup jika dibandingkan dengan mobilisasi kendaraan yang tiap saat beroperasi. Bahkan, saking belum cukup para operator terpaksa mengeluarkan uang dari gocek pribadi untuk kebutuhan operasional kendaraan.

Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan di tengah militansi para operator roda tiga yang bekerja dengan tulus hati tanpa kenal lelah memungut sampah dan menagi retribusi untuk menunjang PAD Manggarai. Tetapi apa feat back yang mereka dapat? Kebutuhan yang diterima malah belum cukup dengan beban kerja yang mereka lakukan.

Seperti yang dialami para operator roda tiga di Kecamatan Reok yang mengeluh soal kesejahteraan hidup selama menjadi operator.