BAUBAU, TELISIK.ID - Sulawesi Tenggara, dengan kekayaan budayanya, menawarkan tarian-tarian yang memikat hati. Di antara tarian-tarian tersebut, tari kalambe na bungi dari Kabupaten Buton tampil menonjol.
Tarian itu kerap menjadi pilihan utama dalam acara-acara besar, seperti upacara adat atau penyambutan tamu kehormatan. Bagi masyarakat Buton, tari kalambe na bungi bukan sekadar pertunjukan, melainkan refleksi dari jiwa dan semangat perempuan Buton.
Tarian tradisional asal Kecamatan Kokalukuna Kota Baubau itu, telah menjadi ikon kesenian daerah yang turut menopang identitas budaya Buton.
Baca Juga: Anugrah Limbo Wisata (ALWI) Kota Baubau Sukses, Gali Potensi Pariwisata
Ketika mendengar nama kalambe na bungi, pikiran kita langsung terbawa pada seorang gadis tangguh dari Bungi Lakologou. Dalam bahasa Buton, kalambe artinya gadis, sedangkan na bungi, merujuk pada daerah Bungi Lakologou. Sehingga, tarian ini sejatinya menceritakan perjalanan hidup seorang gadis dari Bungi.
