Di tengah modernisasi, tarian ini terus beradaptasi. Meski banyak gerakan khas Buton yang ditambahkan dan dikreasikan dalam satu tahun terakhir, esensi dari tari kalambe tetap terjaga. Hal itu terlihat dari adopsi gerakan tari kalegoa yang khusus diperuntukkan bagi wanita posuo.
Baca Juga: Raidatul Saptrians, Penyuluh Agama Islam Segudang Prestasi dari Kota Baubau
Sebagai saksi bisu keberadaan tarian ini, Suci, seorang penari, mengungkapkan kekagumannya. "Tari kalambe na bungi adalah cerminan dari jiwa perempuan Bungi Lakologou. Mereka yang lembut namun berani, yang sabar namun tegas," tuturnya, Minggu (13/8/2023).
Pendiri sanggar seni Lakologou, Erna menyatakan, tarian tersebut menjadi pelajaran hidup bagi banyak orang. Tarian ini juga mengajarkan arti ketegaran dan penghargaan terhadap keberanian yang dimiliki oleh wanita dari Bungi Lakologou
Camat Kokalukuna, Muslidin berharap, tarian tersebut dapat memotivasi generasi muda untuk kembali mencintai seni tradisional Buton. Dengan demikian, keberadaannya dapat terus terjaga dan lestari. (A)
