Ketua dnart, Deno Rinambo mengungkapkan, saat ini mereka beranggotakan sekira 20 orang. Dnart didirikan sejak tahun 2015, perta kali adalah komunitas tari dari sekolah di Kota Kendari.

Baca Juga: Tarian Khas Tolaki Awali Pembukaan Economic Festival Expo UHO

Namun seiring berjalannya waktu, mereka menjadi sebuah komunitas yang terus melestarikan tarian dari berbagai daerah di Sulawesi Tenggara.

Deno juga menambahkan, pihaknya menerima tarian custom sesuai keinginan pelanggan.

Salah satu penari dnart, Nur Zam Wiah Kudus mengungkapkan, mulai ikut pada komunitas itu sejak 2017. Ia merasa senang ikut melestarikan tarian dari Sulawesi Tenggara. (B)